Ditulis oleh : Unknown
Jun 6, 2013
![]() |
sumber gambar dari sini |
Sepasang orang muda yang baru menikah menempati sebuah rumah di sebuah komplek perumahan. Suatu pagi, sewaktu sarapan, si istri melalui jendela kaca di rumahnya ia melihat seorang tetangganya yang sedang menjemur kain.
"Cuciannya kelihatan kurang bersih ya, sepertinya dia tidak tahu cara mencuci pakaian dengan benar. Mungkin dia perlu sabun cuci yang lebih bagus.", kata sang istri.
Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tidak memberikan satu komentar apapun. Sejak hari itu, setiap kali tetangganya menjemur pakaian, selalu saja sang istri memberikan komentar yang sama tentang kurang bersihnya si tetangga dalam mencuci pakaian-pakaiannya.
Seminggu berlalu, sang istri heran melihat pakaian-pakaian yang dijemur tetangganya kali ini terlihat lebih cemerlang dan bersih daripada hari-hari sebelumnya dan dia berseru kepada suaminya.
"Lihat, sepertinya dia telah belajar bagaimana mencuci dengan benar. Siapa ya kira-kira yang sudah mengajarinya?"
Sang suami berkata, "Saya bangun pagi-pagi sekali hari ini dan membersihkan jendela kaca kita."
Sang istripun lalu terdiam. Dia menyadari bahwa selama ini dia telah salah menilai seseorang. Dan begitulah kehidupan. Apa yang kita lihat pada saat menilai orang lain tergantung kepada kejernihan pikiran (jendela) lewat mana kita memandangnya. Jika hati bersih, maka bersih pula pikiran. Jika pikiran bersih, maka bersih pula perkataan. Jika perkataan bersih (baik), maka bersih (baik) pula perbuatan.
Hati, pikiran dan perkataan kita mencerminkan hidup kita. Jika ingin hidup kita berkembang, maju dan sukses. Maka kita harus menjaga hati, pkiran dan perkataan kita karena itulah segala-galanya.
HATI menentukan PIKIRAN. PIKIRAN menentukan PERKATAAN. PERKATAAN menentukan MASA DEPAN.
(dikutip dari broadcast Blackberry Messenger)
Posting Terkait
Navigasi
sang suami :matabelo:
ReplyDeleteAda apa dengan sang suami kak :malu:
Delete