Banyak dibaca

Popular Posts

Google+

Member of

Bloggers' Shout Out!
Orange Blogger
www.kancutkeblenger.com
Warung Blogger
Ditulis oleh : Sophie Riswandono May 15, 2013

Cinta Tanpa Alasan
Karena cinta tak butuh alasan

Suatu hari Nadia mengeluh kepada kekasihnya, setiap kali nadia bertanya kepada tunangannya, “kenapa sih kamu kok bisa cinta aku?” tunangannya hanya menjawabnya dengan senyuman, bukan sekali atau dua kali, namun puluhan kali Nadia tetap mendapat jawaban yang sama.


Suatu sore nadia tengah duduk sambil bercerita ala para wanita bersama teman temannya Fina, Angel, dan Aqila. Nadia iri terhadap teman-temannya, mereka selalu punya alasan mengapa tunangannya mereka memiliki alasan setiap kali ditanya “kenapa kamu cinta aku” Fina suka bilang, suka sama dia karena Fina orangnya cantik.

Sedangkan Angel, dia cinta Angel karena Angel anaknya BAIK, ASIK, dan tentu saja cantik. Kemudian Aqila, aqila bilang, “suka sama aku gara2 denger aku jadi vokalis band di kampus", katanya sih suaraku bagus dan unik, diapun selalu bilang, “bersyukurnya aku, Istri BAIK, CANTIK, PINTER NYANYI LAGI…”

Sedangkan Nadia lagi dan lagi tidak punya jawaban karena tunangannya yang tidak pernah mengatakannya. Nadia kecewa, “Berarti tunanganku tidak mencintaiku lagi!!!" Nadia mengambil garis besar dari apa yang di alaminya, mereka semua punya alasan, sedangkan kamu enggak pernah punya. Kekasihnya hanya diam, dia seperti ingin mengatakan sesuatu kepada Nadia tetapi, Nadia tidak memberinya kesempatan. Nadia melangkah penuh rasa kesal.

Suatu hari Nadia pergi keluar kota bersama teman-temannya. Jalanan penuh dengan kabut tebal hujan turun sangat lebat. Nadia kehilangan kontrol mobilnya. Mobilpun terjun bebas ke dalam jurang.

Gelap...
Sunyi...
Hilang...

Nadia tersadar dalam keadann yang berbeda, Wajahnya penuh luka gores yang dalam, bekasnya membuat Nadia menjerit sejadi jadinya tetapi lagi-lagi Nadia tidak bisa menjerit seperti biasa, lidahnya kelu. Dokter masih kesulitan mengobati saraf lidah miliknya. Ada sesuatu yang salah pada lidah Nadia, ia tidak bisa menggunakannya untuk berbicara.

Belum habis kesedihannya saat akan melangkah Nadia kesakitan karena kedua kakinya di Gips. Ia mengalami patah tulang parah akibat tergencet dashboard mobilnya beruntung orang tuanya tidak mengijinkan dokter untuk mengamputasi kedua kaki Nadia.

Nadia benar-benar terpukul, di tempat pemulihan, Nadia yang tengah duduk di atas kursi roda memandangi hijaunya lembah yang bergurat hebat. 4 bulan sudah Nadia berada disana, namun Nadia belum merasakan perkembangan yang menggembirakan kakinya masih saja lumpuh lidahnya masih belum mampu berkata sepatah-pun sedangkan wajahnya hingga hari itu, Nadia enggan melihat cermin.

Suatu pagi, seorang pemuda datang, ia menghampiri Nadia di tempatnya biasa duduk. Karena Nadia belum bisa berbicara, dia hanya menulis ucapannya pada selembar kertas.

“Kenapa kamu kesini?", tanya Nadia

“Aku kesini pengen ketemu kamu Nad..”, jawab pemuda itu

“Kemana aja kamu selama ini??! Kamu malu ya punya mantan calon istri yang Cacat??", gerutu Nadia

Pemuda itu tersenyum, “Aku enggak malu Nad"

“Kenapa kamu punya fikiran buat ketemu aku lagi?! bukannya dulu aku udah marahin kamu, apalagi sekarang aku Cacat, aku Buruk dan sudah enggak bisa apa-apa lagi. Aku udah enggak berarti..” Nadia menangis…

Pemuda itu memandang lekat wajah nadia, “Kamu tau Nad, dulu , aku enggak bisa menjawab ketika kamu selalu bertanya , mengapa aku mencintai kamu…? Kalau dulu kukatakan aku mencintai kamu karena kamu pandai bernyanyi, tentu setelah keadaan kamu seperti sekarang, tidak ada alasan lagi bagiku mencintai kamu, kalau kukatan aku mencintaimu karena kamu pandai menari, masih adakah cintaku setelah kakimu tidak dapat digerakkan lagi, setidaknya sekarang??? Dan kalu kukatakan karena wajahmu yang cantik dan menarik, tentu cintaku hilang setelah wajahmu cacat dan jelek.."

“Jadi.. Dari dulu sampai sekarang hingga Nanti. Aku mencintaimu tanpa Alasan.. Aku mencintai apa adanya kamu”

Nadia menangis, terharu...

Cinta adalah memberi, memberi dan memberi. Cinta yang murni tidak pernah meminta, tidak pernah menuntut, ia hadir tanpa pamrih, ia penuh dengan keiklasan…

Dengan cinta hidup terasa manis, indah dan sempurna. Ingat tidak saat masih pacaran? Pacar jerawatan dibilang sebersih embun, badan pacar gendut dibilang seksi dan menawan dan banyak lagi pembenaran lainnya, tetapi banyak diantaranya setelah menikah, semua itu seperti lenyap. Kenapa? “Karena kita memiliki alasan….”
"AKU MENCINTAIMU KARENA AKU TAK MEMPUNYAI SATUPUN ALASAN. BEGITU JUGA AKU, AKU TAK MEMILIKI SATUPUN ALASAN UNTUK MENINGGALKANMU. JANGAN BERI AKU ALASAN UNTUK MENCINTAIMU, KARENA KELAK AKU AKAN MENINGGALKANMU DENGAN ALASAN ITU…"

[ 8 comments... baca di bawah atau tambahkan komentar ]

  1. waw. tulisan yang apik.
    platonis. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah makasi banyak ya sis udh sudi mampir dan berkomentar, maaf untuk beberapa artikel eh ralat, mungkin banyak artikel yang saya kembalikan ke draft. Soalnya mau di remake dengan bahasa yang lebih bisa dimengerti :)

      Semoga artikel ini bermanfaat ^^

      Delete
  2. Wah terharu membacanya..juga sedih lihat nadia jatuh kejurang ketimpa dashboard mobilnya... Tapi syukurlah ngga sampai ketimpa dashboard blognya....hehehe....gemana kabar pak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe bisa aja, Alhamdulillah baru bisa online sekarang pak, beberapa minggu leptop rusak perlu maintenis :D

      Delete
  3. Aku mencintaimu karena tak mempunyai satu pun alasan.

    ah, terharu! :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bisa jadi renungan untuk kita semua :)

      Delete

Teman Blogger yang baik adalah mereka yang meninggalkan goresan komentar walaupun hanya sedikit ^^

- Copyright © 2013 Kolong Langit - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan - Edited By Sophie Riswandono -