Banyak dibaca

Popular Posts

Google+

Member of

Bloggers' Shout Out!
Orange Blogger
www.kancutkeblenger.com
Warung Blogger
Ditulis oleh : Sophie Riswandono May 24, 2013

Konvoi motor saat kelulusan SMA
Konvoi motor saat kelulusan

Pas banget temanya, apalagi denger-denger hari ini anak-anak SMA baru merayakan kelulusan.Selamat ya. By the way, pasti kita pernah ngerasain enaknya zaman SMA juga bukan? Apalagi waktu kelulusan, yak! Momen yang paling ditunggu-tunggu pastinya. Iya, momen yang hanya sekali seumur hidup dan pastinya gak bakal bisa dilupain oleh kita semua. Waktu zaman SMA dulu yang saya lihat adalah euphoria teman-teman yang pecah begitu mendengar dan menerima surat pernyataan kelulusan.


Rasanya ingin sekali bergabung di tengah-tengah kerumunan kawan-kawan waktu itu, ikut sorak-sorai bergembira, corat-coret seragam sekolah walaupun sudah jelas-jelas di larang oleh kepala sekolah tapi, tetap saja teman-teman punya akal dan cara yang cerdik untuk mengatasi larangan dari kepala sekolah kami.

corat-coret
agaimana dengan saya sendiri? Ya.... Waku itu saya gak ikut untuk bercorat-coret bergembira, termasuk beberapa teman dekat saya, kami tidak ikut. Bukan karena tidak mau, hanya saja saya dan mereka ingin menunjukan solidaritas bagi teman-teman kami yang tidak lulus. Ya, di kelas saya saja 2 orang dinyatakan tidak lulus, belum lagi salah seorang teman dekat saya yang berbeda kelas kedapatan juga tidak lulus.

Jujur saja, waktu itu sebagian hati ingin ikut bergembira bersama dengan menandatangani seragam dan corat-coret, hanya saja demi perteman saya urungkan niat itu. Tetapi bukan hanya solidaritas semata saya tidak melakukan aksi corat-coret, hal di luar itu karena saya juga mempunyai adik laki-laki yang 2 tahun berselang dari kelulusan saya juga akan masuk ke dunia sekolah menengah atas. Pastinya dia memerlukan seragam, jadi saya pikir jika seragam saya masih layak untuk dia kenakan. Untungnya juga karena badan kami yang sama-sama kurus.

Gak hanya masalah tentang pengalaman pribadi saja yang ingin saya ceritakan, terkadang arti kelulusan SMA itu beragam jika ingin dijabarkan karena setiap orang memiliki perspektif / cara pandang yang berbeda. Antara lain :

  1. Ada sebagian yang berkata bahwa kelulusan adalah puncak dari semua perjalanan pendidikan dia selama 12 tahun belajar di dunia sekolah.
  2. Ada yang tak sabar ingin melanjutkan dan merasakan suasana pelajaran baru di tingkat yang lebih tinggi (kuliah).
  3. Ada yang beranggapan dengan lulusnya mereka telah banyak mengurangi beban orang tua
  4. Masuk dunia kerja, dan
  5. Sampai ada yang bilang jika kelulusan itu CORAT-CORET dan konvoi!

Apa iya hanya sebatas corat-coret dan konvoi?! Buat saya itu nyeleneh... Apa iya setelah kelulusan dan melakukan aksi itu terus bisa sukses? Apa iya dengan begitu dijamin bakal berhasil di bidang pekerjaan manapun nantinya? Bla...Bla...Bla... Mungkin jika waktu itu saya lontarkan kata-kata itu yang ada malah debat kusir yang mungkin tak berujung. Saya coba melihat dari posisi mereka dan akhirnya saya mencoba bertanya pada 4 tahun berselang.

indahnya berbagi
Ternyata setelah saya tanyakan ternyata arti kelulusan bagi yang punya cara pandang terakhir itu karena pada saat itu keegoisan merekalah yang bermain dan juga luapan emosi seorang ABG. Ego tinggi dan gengsi adalah hal yang wajar di umur belasan, ya saya juga pernah mengalaminya. Gak ada kata kalah, selalu mencari taktik supaya kita selalu di atas.

Gak ada yang bisa menyalahkan atau membenarkan perspektif kalian, yang ada hanya baik atau kurang baik. Tergantung dari pengaplikasian kelulusan SMA itu sendiri seperti apa. Apa kalian ingin membuat macet jalan raya sambil berteriak,"WOOOIIII GW LULUSSSSSSS!!!!" begitukah? Corat-coret seragam yang berubah anarkis menjadi corat-coret tembok dan tempat umum lainnya? Mengapa gak coba menggalang dana atau beraksi sosial dengan berdoa bersama atas kelulusan serta mengumpulkan seragam yang sudah tidak terpakai untuk disumbangkan bagi adik-adik atau teman yang sekiranya membutuhkannya.

Apapun sudut pandang dan perspektif kalian tentang kelulusan, intinya di sini yang saya maksudkan adalah, IT'S YOURS! ^^. Tergantung kalian menyikapi kelulusan tersebut dengan cara apa, negatif atau positif?

Be wise friends, CMIIW~~

Sumber foto :
www.centroone.com
www.kampus-info.com
blog.stikom.edu

[ 12 comments... baca di bawah atau tambahkan komentar ]

  1. Hal ini tentunya mengingatkan diri kita pada masa sekolah, namun apapun bentuknya hal ini merupakan suatu luapan kebahagian. Tinggal dari setiap dir mereka untuk dapat mengarahkan kepada yang tepat untuk mengekspresikan suatu luapan kebahagian tersebut.

    Sukses selalu
    Salam,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya pak, inti dari kelulusan itu di 'luapan kebahagiaan' seperti yang udah bapak sebutkan. Hanya aja saya jua berharap adik-adik yang merayakan kelulusan bisa lebih positif beraksi.

      Terima kasih atas komentarnya, dalam sukses juga untuk bapak ^_^
      Salam..

      Delete
  2. kalo aku, pilih positiv! ^_^

    #CelotehDamae

    ReplyDelete
  3. Postingnya bagus gan,, salam blogger ^_^

    ReplyDelete
  4. ga pernah ikutan konvoi, ga pernah ikutan corat coret baju...
    padahal lulus SMA merupakan awal dari kehidupan yang lebih penuh dengan tantangan lagi, bukan puncak atau akhir. masa kuliah atau kerja kan lebih WOW lagi dari masa sekolah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah ini... :D
      setelah lulus SMA yang sesungguhnya baru aja bakal dimulai... Hanya aja mungkin belum disadari karena masih larut dalam euphoria kelulusan SMA ^^

      Delete
  5. zamannya saya sekolah dulu tahun 2009..kelasan saya syukuran dengan mendatangi panti asuhan, angkatan saya gak boleh juga coret2an soalnya piloknya kesita guru *eeeh*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah sama aja dong kaya saya dulu :))
      tetep aja baisanya siswa/murid punya trick supaya bisa tetep pake pilox :D

      BTW, kegiatannya positif, THUMBS UP!

      Delete
  6. Hari kelulusan, saya lagi tidur-tiduran di kost sementara di luar, di sekitar sekolah, temen-temen lagi coret-coret pilox. Baju saya bersih, bisa disumbangkan, teman sekelas juga menolak ikut konvoi dan coret-coret :)

    Sekolah saya tahun ini memberi fasilitas banner putih di belakang sekolah untuk dicoret-coret. Lumayan, mengakomodasi keinginan coret-coret dan mengatasi vandalism :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah inovasi yang bagus dari pihak sekolahnya, mesti dikampanyekan sebetulnya yang begituan :D

      Kan lumayan sapa tau bisa diterapin gak hanya di satu sekolah dan daerah aja, tapi di daerah laenpun bisa dipraktekin ^^

      Delete

Teman Blogger yang baik adalah mereka yang meninggalkan goresan komentar walaupun hanya sedikit ^^

- Copyright © 2013 Kolong Langit - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan - Edited By Sophie Riswandono -